wp-plugin-mojo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home3/faktapri/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Faktapriangan.com | BANDUNG — Sebanyak 139 personel Polres Garut resmi menerima kenaikan pangkat terhitung mulai 1 Januari 2026. Kenaikan pangkat itu ditandai melalui upacara yang digelar di Lapangan Upacara Polres Garut, Jumat, (2 Januari 2026).
Upacara dipimpin langsung Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto, S.I.K., M.A.P., selaku inspektur upacara. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pejabat utama Polres Garut, personel yang menjalani korps raport, serta pengurus Bhayangkari.
Dalam amanatnya, Yugi menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar perubahan simbol kepangkatan, melainkan amanah yang mengandung tanggung jawab lebih besar. Menurut dia, setiap personel yang naik pangkat dituntut meningkatkan integritas, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kenaikan pangkat merupakan bentuk kepercayaan pimpinan atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian personel. Dengan pangkat baru, kinerja, disiplin, serta pelayanan publik harus semakin ditingkatkan,”ujar Yugi.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan tradisi penyiraman air bunga oleh Kapolres Garut bersama Ketua Bhayangkari, Wakapolres dan Wakil Ketua Bhayangkari kepada perwakilan personel yang naik pangkat.Rangkaian acara ditutup dengan pemotongan tumpeng, pelepasan burung merpati, foto bersama, serta ramah tamah sebagai ungkapan rasa syukur atas capaian tersebut. (Red/*)
]]>Faktapriangan.com| JAKARTA.- (30 Desember 2025). Sebulan setelah banjir dan longsor melanda pulau Sumatera, dampaknya masih nyata dirasakan, terutama oleh keluarga prasejahtera yang menggantungkan hidup dari usaha kecil di Aceh Tamiang, Peureulakk, Kota Langsa, Kabupaten Pidie hingga Bireuen yang dikenal sebagai kota juang. Beberapa titik mengalami dampak yang cukup besar dan masih minim bantuan.
Para relawan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali turun langsung ke berbagai titik krusial tersebut untuk menyalurkan bantuan kepada para masyarakat. Mereka menyusuri rumah-rumah warga dan titik pengungsian.
Kehadiran relawan kali ini menjadi penguat di masa pemulihan, saat sorotan mulai berkurang, namun kebutuhan warga masih tinggi.
Saat menyalurkan bantuan di posko bencana dan beberapa titik lainnya, para relawan dipertemukan dengan sebagian besar nasabah PNM Mekaar yang juga terdampak bencana ini.Sebelum bencana, mereka mengandalkan warung kecil atau usaha rumahan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Banjir yang datang tiba-tiba merendam tempat tinggal sekaligus tempat usaha.
Peralatan rusak, stok dagangan habis, dan aktivitas usaha terhenti hingga kini.Relawan PNM menyalurkan bantuan kebutuhan sehari-hari sekaligus menyempatkan diri berbincang dengan masyarakat. Di lapangan, banyak nasabah mengaku masih kesulitan memulai kembali usaha karena keterbatasan modal dan perlengkapan.
Kondisi ini membuat proses pemulihan berjalan lebih lambat, terutama bagi keluarga yang bergantung pada penghasilan harian.Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary mengatakan bahwa PNM memilih untuk kembali hadir karena dampak bencana belum sepenuhnya pulih.
“Sebulan setelah kejadian, kami melihat sendiri bahwa banyak masyarakat dan nasabah kami masih berjuang. Kehadiran relawan diharapkan bisa membantu meringankan beban sekaligus memberi semangat agar mereka bisa kembali bangkit,” ujarnya.
Dampak bencana di Aceh Tamiang dan daerah lainnya menjadi pengingat bahwa pemulihan tidak berhenti ketika banjir surut.
Bagi masyarakat kecil, dampak bencana bisa terasa panjang. Di tengah proses itu, kehadiran relawan dan perhatian yang berkelanjutan menjadi salah satu penopang agar warga tidak kehilangan harapan untuk dapat melanjutkan hidup. (Tim/*)
]]>FAKTAPRIANGAN.COM || GARUT – Penerima manfaat Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di wilayah RW 03, Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan yang telah diberikan.
Ucapan tersebut disampaikan oleh Ketua RW 03 dan diamini oleh Kepala Kelurahan Regol, Wahyudin Suhaya,S.IP.,M.A.P, dan juga Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan para kader kelurahan, serta unsur pengurus lingkungan yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program.
Ketua RW 03 menyampaikan bahwa bantuan BSPS sangat dirasakan manfaatnya oleh warga penerima, terutama dalam meningkatkan kualitas hunian yang sebelumnya tidak layak menjadi lebih layak, aman, dan nyaman untuk ditempati.
“Kami atas nama warga RW 03 mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan RTLH melalui program BSPS ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kelurahan Regol, Wahyudin Suhaya,S.IP.,M.A.P, berharap program BSPS dapat terus berlanjut ke depannya dan menjangkau masyarakat lain yang masih membutuhkan bantuan perbaikan rumah.“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati, dan Wakil Bupati, Bapak Sekretaris Daerah, Bapak Camat, serta seluruh pihak terkait. Semoga ke depan program BSPS ini dapat terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” harap Wahyudin.
Program BSPS merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian layak dengan pola swadaya dan pendampingan. Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kelurahan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
Dengan terlaksananya program ini, diharapkan kualitas hidup masyarakat Kelurahan Regol semakin meningkat serta lingkungan permukiman menjadi lebih sehat dan tertata. (Indra R)
]]>PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, kali ini dengan melibatkan langsung para nasabahnya.
Bukan sekadar bantuan logistik, yang disalurkan adalah hasil jerih payah para ibu pelaku usaha. Lebih dari 2.000 paket abon kemasan produksi nasabah PNM dari Serang serta rendang siap saji buatan nasabah PNM Padang dikirimkan ke lebih dari 10 titik distribusi, mulai dari posko pengungsian, dapur umum, hingga rumah-rumah nasabah PNM Mekaar di Aceh Tamiang.
Bantuan ini menjadi wujud nyata semangat dari nasabah untuk nasabah, sebuah solidaritas yang tumbuh dari rasa senasib dan kepedulian yang sama.Hani Susanti, nasabah PNM asal Serang yang mengelola usaha abon kemasan siap saji, mengaku tak kuasa menyembunyikan rasa harunya saat diajak terlibat dalam aksi kemanusiaan ini.
“Sebagai pelaku usaha kecil, saya tidak pernah membayangkan produk dari dapur kami bisa sampai ke saudara-saudara di Aceh. Saya merasa bersyukur bisa ikut membantu. Semoga abon ini dapat sedikit menguatkan mereka di tengah kondisi yang sulit,” tutur Hani dalam keterangannya, Senin (29/12/2025) kemarin.
Hal serupa dirasakan Ningsih, nasabah PNM dari Padang yang menjalankan usaha rendang siap saji. Baginya, kabar bencana bukan sekadar berita, melainkan panggilan untuk saling menopang.
“Ketika mendengar ada sesama nasabah PNM yang terdampak banjir dan longsor, kami merasa terpanggil. Lewat usaha yang kami miliki, kami ingin berbagi. Rendang ini mungkin sederhana, tapi kami berharap bisa memberi tenaga dan semangat bagi mereka yang sedang berjuang,” ujar Ningsih.
Ia menambahkan, kebersamaan yang dibangun PNM melampaui hubungan pembiayaan semata.“PNM mengajarkan kami untuk tidak hanya tumbuh sendiri, tetapi juga saling menguatkan. Di saat sulit seperti ini, rasa kebersamaan itu terasa sangat nyata,” katanya.
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyampaikan bahwa keterlibatan nasabah dalam aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari nilai yang terus dijaga PNM.
“Kami turut berduka atas musibah yang dialami masyarakat Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Dalam upaya membantu pemulihan, kami melibatkan nasabah PNM Mekaar yang memiliki usaha makanan siap saji. Lebih dari 2.000 produk abon dan rendang karya Ibu Hani dan Ibu Ningsih telah disalurkan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan pangan sekaligus menguatkan semangat bagi para penyintas,” ujar Dodot.
Lebih dari sekadar makanan, yang dibawa adalah rasa peduli keinginan untuk memastikan bahwa di tengah keterbatasan, tak ada yang berjalan sendirian. Sebagai satu keluarga besar, PNM dan para nasabahnya memilih untuk terus hadir, saling menjaga, dan tumbuh bersama. (Tim/*)
]]>
Faktapriangan.Com| GARUT — Sejumlah awak media memberikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang bertugas dalam Operasi Lilin Lodaya 2025 di Kabupaten Garut, Selasa, 30 Desember 2025. Apresiasi tersebut disampaikan kepada petugas yang melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Bentuk apresiasi dilakukan dengan membagikan makanan dan minuman kepada personel kepolisian yang berjaga di sejumlah titik rawan kepadatan kendaraan. Kegiatan tersebut ditujukan sebagai dukungan bagi petugas yang bertugas sepanjang hari.
Awak media menilai pengamanan lalu lintas yang dilakukan jajaran Polres Garut berkontribusi terhadap kelancaran arus kendaraan dan kenyamanan masyarakat selama libur akhir tahun.Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut, Iptu Aang Andi Suhandi, menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan awak media kepada personel di lapangan.
“Kolaborasi dengan media membantu penyampaian informasi kepada masyarakat selama Operasi Lilin Lodaya 2025,” kata Aang.
Menurut dia, media memiliki peran strategis dalam mendukung tugas kepolisian, terutama dalam penyebaran informasi lalu lintas dan imbauan keselamatan.Sinergi antara kepolisian dan awak media diharapkan berlanjut dalam kegiatan pelayanan publik lainnya. (Tim/***)

Faktapriangan.com| JAKARTA.- (30 Desember 2025). Sebulan setelah banjir dan longsor melanda pulau Sumatera, dampaknya masih nyata dirasakan, terutama oleh keluarga prasejahtera yang menggantungkan hidup dari usaha kecil di Aceh Tamiang, Peureulakk, Kota Langsa, Kabupaten Pidie hingga Bireuen yang dikenal sebagai kota juang. Beberapa titik mengalami dampak yang cukup besar dan masih minim bantuan.
Para relawan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali turun langsung ke berbagai titik krusial tersebut untuk menyalurkan bantuan kepada para masyarakat. Mereka menyusuri rumah-rumah warga dan titik pengungsian.
Kehadiran relawan kali ini menjadi penguat di masa pemulihan, saat sorotan mulai berkurang, namun kebutuhan warga masih tinggi.
Saat menyalurkan bantuan di posko bencana dan beberapa titik lainnya, para relawan dipertemukan dengan sebagian besar nasabah PNM Mekaar yang juga terdampak bencana ini.Sebelum bencana, mereka mengandalkan warung kecil atau usaha rumahan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Banjir yang datang tiba-tiba merendam tempat tinggal sekaligus tempat usaha.
Peralatan rusak, stok dagangan habis, dan aktivitas usaha terhenti hingga kini.Relawan PNM menyalurkan bantuan kebutuhan sehari-hari sekaligus menyempatkan diri berbincang dengan masyarakat. Di lapangan, banyak nasabah mengaku masih kesulitan memulai kembali usaha karena keterbatasan modal dan perlengkapan.
Kondisi ini membuat proses pemulihan berjalan lebih lambat, terutama bagi keluarga yang bergantung pada penghasilan harian.Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary mengatakan bahwa PNM memilih untuk kembali hadir karena dampak bencana belum sepenuhnya pulih.
“Sebulan setelah kejadian, kami melihat sendiri bahwa banyak masyarakat dan nasabah kami masih berjuang. Kehadiran relawan diharapkan bisa membantu meringankan beban sekaligus memberi semangat agar mereka bisa kembali bangkit,” ujarnya.
Dampak bencana di Aceh Tamiang dan daerah lainnya menjadi pengingat bahwa pemulihan tidak berhenti ketika banjir surut.
Bagi masyarakat kecil, dampak bencana bisa terasa panjang. Di tengah proses itu, kehadiran relawan dan perhatian yang berkelanjutan menjadi salah satu penopang agar warga tidak kehilangan harapan untuk dapat melanjutkan hidup. (Tim/*)
]]>